Jakarta (cvtogel) — Perusahaan biofarmasi global AstraZeneca memaparkan tiga perkembangan utama dalam pengobatan kanker stadium awal yang dinilai berpotensi meningkatkan angka kesembuhan dan kualitas hidup pasien. Inovasi tersebut menekankan pendekatan terapi yang lebih presisi, personal, dan berbasis sains terkini.
Dalam pemaparan terbarunya, AstraZeneca menyebut bahwa kemajuan riset onkologi saat ini tidak hanya berfokus pada kanker stadium lanjut, tetapi juga pada intervensi dini yang dapat mencegah kekambuhan dan memperpanjang harapan hidup pasien sejak fase awal penyakit.
“Kanker stadium awal adalah jendela peluang terbaik untuk intervensi efektif. Inovasi yang tepat dapat mengubah perjalanan penyakit secara signifikan,” ujar perwakilan AstraZeneca.
1. Terapi Target dan Imunoterapi Lebih Dini
Perkembangan pertama adalah penggunaan terapi target dan imunoterapi pada kanker stadium awal. Jika sebelumnya pendekatan ini lebih banyak digunakan pada stadium lanjut, kini hasil uji klinis menunjukkan manfaat signifikan saat diterapkan lebih dini.
Imunoterapi membantu sistem kekebalan tubuh mengenali dan melawan sel kanker secara lebih efektif, sementara terapi target bekerja secara spesifik pada mutasi atau biomarker tertentu, sehingga meminimalkan kerusakan sel sehat.
“Pendekatan ini tidak hanya menekan pertumbuhan kanker, tetapi juga menurunkan risiko kekambuhan setelah tindakan bedah,” jelas AstraZeneca.
2. Pemanfaatan Biomarker untuk Terapi Presisi
Perkembangan kedua adalah pemanfaatan biomarker dalam menentukan strategi pengobatan. Melalui pemeriksaan molekuler, dokter dapat mengidentifikasi karakteristik biologis kanker secara lebih akurat dan memilih terapi yang paling sesuai bagi setiap pasien.
Pendekatan ini memungkinkan pengobatan yang lebih personal (personalized medicine), menghindari terapi yang tidak efektif, serta mengurangi efek samping yang tidak perlu.
“Biomarker membantu kami memastikan pasien mendapatkan terapi yang tepat, pada waktu yang tepat,” kata perwakilan AstraZeneca.
3. Pendekatan Terpadu Pasca Operasi
Perkembangan ketiga adalah penerapan terapi adjuvan dan neoadjuvan secara lebih optimal, yaitu pemberian terapi sebelum atau setelah operasi untuk memastikan sel kanker benar-benar tereliminasi.
Pendekatan terpadu ini mengombinasikan pembedahan, terapi sistemik, dan pemantauan lanjutan untuk menekan kemungkinan kanker muncul kembali. Data klinis terbaru menunjukkan pendekatan ini mampu meningkatkan disease-free survival pada beberapa jenis kanker stadium awal.
Dampak bagi Pasien dan Sistem Kesehatan
AstraZeneca menilai inovasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan peluang hidup pasien, tetapi juga pada efisiensi sistem kesehatan. Deteksi dan pengobatan dini dinilai dapat menurunkan biaya perawatan jangka panjang serta mengurangi beban layanan kesehatan.
“Dengan strategi yang tepat sejak stadium awal, pasien memiliki peluang hidup lebih baik dan kualitas hidup yang lebih tinggi,” ujar perwakilan tersebut.
Dorongan Kolaborasi dan Akses Inovasi
AstraZeneca menekankan pentingnya kolaborasi antara industri farmasi, tenaga medis, pemerintah, dan komunitas pasien untuk memastikan inovasi pengobatan kanker dapat diakses secara luas. Edukasi mengenai deteksi dini dan pemerataan akses terapi mutakhir menjadi kunci keberhasilan.
Ke depan, AstraZeneca menyatakan akan terus berinvestasi dalam riset dan pengembangan onkologi untuk menghadirkan solusi inovatif bagi pasien kanker di berbagai tahap penyakit.





