Home / News / TNI dan PLN Distribusikan Genset ke Desa Terpencil di Aceh Barat

TNI dan PLN Distribusikan Genset ke Desa Terpencil di Aceh Barat

Aceh Barat (initogel login) — Ketika senja turun lebih cepat di desa-desa terpencil Aceh Barat, gelap biasanya datang tanpa kompromi. Lampu minyak menjadi andalan, aktivitas terhenti, dan malam dilalui dalam keterbatasan. Namun hari itu berbeda. Di tengah jalan tanah yang sempit dan berbatu, iring-iringan kendaraan berhenti. Genset diturunkan, disambut wajah-wajah warga yang menahan haru.

Melalui kolaborasi Tentara Nasional Indonesia dan Perusahaan Listrik Negara, peralatan pembangkit listrik sementara didistribusikan ke desa-desa terpencil di Aceh Barat—sebuah langkah kecil dengan dampak besar bagi kehidupan sehari-hari.

Akses Sulit, Tekad Lebih Kuat

Menjangkau desa terpencil di Aceh Barat bukan perkara mudah. Medan berbukit, jalan rusak, dan jarak yang jauh dari pusat kota membuat distribusi logistik sering tersendat. Di sinilah peran TNI terasa nyata—membuka akses, mengawal distribusi, dan memastikan peralatan tiba dengan selamat.

“Kalau tidak dibantu TNI, genset ini sulit sampai,” ujar seorang petugas lapangan. “Medannya berat, tapi warga menunggu.”

PLN memastikan genset siap operasi—dari pengujian, instalasi awal, hingga pendampingan teknis agar perangkat bisa dimanfaatkan optimal oleh warga.

Cahaya untuk Kehidupan Sehari-hari

Bagi warga, genset bukan sekadar mesin. Ia adalah cahaya—untuk anak-anak belajar, untuk layanan kesehatan darurat, untuk menggerakkan aktivitas ekonomi kecil. Ketika mesin dinyalakan dan lampu menyala, tepuk tangan spontan terdengar.

“Anak saya bisa belajar malam ini,” kata Sulaiman, warga setempat. “Itu sudah sangat berarti.”

Di desa yang selama ini bergantung pada penerangan seadanya, listrik membuka peluang: usaha rumahan kembali berjalan, komunikasi lebih lancar, dan rasa aman meningkat.

Kolaborasi untuk Kemanusiaan

Distribusi genset ini mencerminkan kolaborasi lintas peran: TNI dengan kapasitas logistik dan pengamanan, PLN dengan keahlian teknis dan komitmen pelayanan. Keduanya bertemu pada satu tujuan—memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi, meski berada jauh dari jaringan listrik utama.

“Ini soal hadir,” ujar seorang perwira TNI. “Ketika warga membutuhkan, negara tidak boleh absen.”

PLN menegaskan genset bersifat solusi sementara, sambil terus menyiapkan langkah lanjutan menuju akses listrik yang lebih permanen.

Menjaga, Merawat, dan Berbagi Tanggung Jawab

Selain distribusi, warga juga dibekali pemahaman dasar perawatan dan penggunaan aman. Pendampingan ini penting agar genset bertahan lama dan dapat digunakan bersama secara adil.

Tokoh desa mengajak warganya bergiliran menjaga dan memanfaatkan listrik untuk kepentingan bersama—sekolah, posyandu, dan fasilitas umum menjadi prioritas.

“Ini milik kita bersama,” kata seorang kepala dusun. “Harus dijaga.”

Dampak yang Tak Sekadar Teknis

Kehadiran listrik membawa dampak psikologis yang sering luput dicatat. Rasa terhubung dengan dunia luar, keyakinan bahwa mereka diperhatikan, dan harapan akan masa depan yang lebih terang tumbuh bersama nyala lampu.

Seorang bidan desa mengaku kini lebih tenang saat menangani kondisi darurat malam hari. “Lampu menyala, alat bisa dipakai,” ujarnya singkat.

Langkah Kecil, Harapan Panjang

Genset memang bukan akhir dari perjuangan elektrifikasi. Namun di desa terpencil Aceh Barat, ia adalah jembatan—antara keterbatasan hari ini dan harapan esok. Kolaborasi TNI dan PLN menegaskan bahwa kemanusiaan sering hadir dalam bentuk paling sederhana: memastikan lampu menyala.

Ketika malam tiba dan desa tak lagi sepenuhnya gelap, warga tahu satu hal: mereka tidak sendirian. Dan di balik dengung mesin genset, ada pesan yang menyala terang—bahwa negara hadir, menjangkau hingga ke ujung yang paling jauh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *